Kualitas Guru di Aceh Peringkat 28 Nasional

Kategori : Government Senin, 03 Desember 2012

BANDA ACEH - Mutu pendidikan di Aceh masih sangat rendah. Hasil uji kompetisi guru tingkat nasional, kualitas guru dari Aceh berada pada peringkat 28 nasional dari 33 provinsi. Sementara kemampuan lulusan SMA/SMK/MA yang bisa menembus perguruan tinggi negeri berada di peringkat 31 nasional untuk jurusan IPA dan peringkat 25 untuk jurusan IPS.

Demikian diungkapkan salah seorang nara sumber dari Bappeda Aceh, Ir Hamdani, pada acara rapat koordinasi Tim Koordinasi Pembangunan Pendidikan Aceh (TKPPA) dengan Gubernur Aceh, DPRA, MPD, Disdik, perguruan tinggi, dan sejumlah NGO pendidikan di Pendapa Gubernur Aceh, Selasa (16/10).

Gubernur Zaini Abdullah yang dimintai tanggapannya mengatakan, seharusnya dengan anggaran pendidikan yang tidak kurang dari Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun per tahun, mutu pendidikan di Aceh harusnya sudah di peringkat 10 besar nasional.

“Tapi fakta yang kita lihat sekarang ini kualitas guru di Aceh secara umum masih rendah, jadi wajar saja kemampuan lulusan SMA/SMK/MA dari Aceh untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri masih rendah.

Kebijakan program pendidikan yang disusun dan dilaksanakan Pemerintahan Aceh sebelumnya, ia nilai belum mampu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan kualitas guru dan siswa. “Kami akan meluruskan kembali arah dan sasaran program pembangunan Aceh yang belum tepat sasaran,” imbuhnya.

Untuk itu Gubernur mengatakan, ke depan tugas Dinas Pendidikan akan difokuskan pada peningkatan mutu guru dan lulusan, melalui perbaikan kurikulum. Sistem belajar mengajar juga perlu diubah ke arah yang lebih efisien dan efektif.

Di samping itu, urusan menyangkut pembangunan gedung sekolah, ruang belajar baru, laboratorium, lingkungan sekolah, pagar sekolah, serta paket pekerjaan fisik lainnya, akan diserahkan kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya yang akan dipecah dua menjadi Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga.

Pengurus MPD Aceh, dr Warul Walidin dan Anas M Adam mengatakan, sangat setuju jika urusan proyek fisik diserahkan kepada Dinas Cipta Karya. Tugas Dinas pendidikan difokus pada peningkatan mutu guru dan lulusan SD/MI, SMP/MTSN dan SMA/SMK/MA.

“Pemindahan urusan pembangunan fisik kepada SKPA lain bisa lebih memfokuskan dinas pendidikan pada tupoksi utamanya, yaitu menyusun program peningkatan mutu guru dan anak didik,” ujar Anas.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/10/17/kualitas-guru-di-aceh-peringkat-28-nasional

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32