Meudrah (Public Hearing) MPD Aceh
Sabtu
Apr, 04
Apr. 04 2015 - Apr. 04 2015
Kab. ABDYA
tkppa.acehprov.go.id

Salah satu kegiatan Majelis Pendidikan (MPD) Aceh pada tahun 2015 adalah “Meudrah” pendidikan, yaitu mendengar dan memahami pendapat masyarakat di Gampong tentang berbagai persoalan, kebutuhan dan usulan terkait dengan pendidikan umum dan agama islam, seperti partisipasi anak usia sekolah dalam berbagai jenjang pendidikan, kondisi sekolah/madrasah, lingkungan belajar, kepedulian dan keterlibatan orang tua serta masyarakat dalam pendidikan umum dan pendidikan agama islam serta mutu pendidikan.

Meudrah Kali ini dilaksanakan di Gampong Lama Tuha Kab. ABDYA, kegiatan Meudrah ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat marginal (Lama Tuha) terkait dengan pendidikan anak-anak dan warga mereka, baik masalah pendidikan umum maupun pendidikan agama. Di samping itu juga dimaksudkan untuk memahami kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pendidikan.Tujuan pengumpulan data dan informasi tersebut adalah untuk merumuskan rekomendasi kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat marginal.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Sekretaris Gampong diperoleh gambaran singkat tentang profil Gampong, seperti deskripsi berikut ini. Gampong Lama Tuha terdiri atas 3 (tiga) dusun yaitu dusun Lama Tuha, Lama Muda dan dusun Ujong Pantee. Penduduknya berjumlah 497 jiwa yang berasal dari 116 KK (85 orang diantaranya berusia 0 – 6 tahun). Mata Pencaharian/Sumber penghasilan utama adalah Nelayan. Karena penghasilan nelayan cukup minim, maka para isteri dan anak-anak menjadi buruh tani di perkebunan sawit. Lima tahun yang lalu Gampong ini terbilang gampong yang sangat terisolir, sebab untuk menuju ke Gampong ini harus menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit. Saat ini, meskipun Gampong ini telah bebas dari rakit, namun masih terkesan terisolir. Hal ini dapat dilihat dari indikator rumah yang sederhana (umumnya terbuat dari papan), tingkat pendidikan warga yang rendah (umumnya SD), usia putus sekolah yang relative tinggi (20 orang di SLTP dan lebih 30 orang di SLTS), dan penghasilan yang relatif rendah (rerata perbulan Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,-).

Kegiatan Meudrah yang dilaksanakan berbentuk tanya jawab dan penyampaian pendapat oleh peserta yang hadir yang dipandu oleh fasilitator dari anggota MPD. Pemandu mencoba semaksimal mungkin menggunakan berbagai strategi dan metode yang partisipatif guna memotivasi peserta agar mau bertanya dan memberi pendapat terkait dengan persoalan pendidikan yang mereka hadapi, rasakan, dan pikirkan. Dalam arahannya fasilitator meminta setiap yang hadir bersedia berbicara untuk mendapat informasi yang benar dari tangan pertama, terutama dari masyarakat Gampong Lama Tuha yang selama ini kurang mendapat kesempatan untuk menyampaikan pikiran dan pendapat mereka berkaitan dengan pendidikan anak-anak mereka. Dalam arahannya fasilitator menyampaikan bahwa setiap informasi yang diperoleh dalam pertemuan ini sangat bermanfaat untuk merumuskan rekomendasi yang kemudian disampikan ke pihak yang berwenang seperti Gubernur dan DPR Aceh disamping disampaikan ke MPD Kabupaten Aceh Barat Daya, Bupati dan DPR Kabupaten apabila diperlukan.

Adapun Kesimpulan dari hasil kegiatan tersebut adalah :

  1. Kepedulian Masyarakat terhadap Pendidikan anak-anak, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama islam, cenderung tinggi. Partisipasi masyarakat terhadap lembaga pengajian juga tinggi.
  2. Keterbatasan transportasi dan kondisi ekonomi masyarakat yang rendah merupakan penyebab utama rendahnya akses masyarakat terhadap pendidikan menangah dan pendidikan tinggi, Bahkan banyak anak-anak yang putus sekolah di jenjang SLTP.
  3. Kepedulian pemerintah kabupaten terhadap pendidikan PAUD cenderung rendah, sehingga gedung PAUD yang sudah ada sejak tahun 2010 tidak berfungsi.
  4. Guru SD umumnya berdomisili di luar Gampong Lama Tuha bahkan di luar kecamatan kuala batee, sehingga sering terlambat ke tempat tugas.

Saran :

  1. Pemerintah Provinsi atau Kabupaten perlu membantu memfasilitasi nelayan tradisional ini dengan memberikan bantuan alat-alat nelayan yang dapat meningkatkan penghasilan mereka sehari-hari.
  2. Pemerintah kabupaten perlu memfasilitasi Gampong untuk mengaktifkan kembali PAUD yang sudah ada, mengingat banyaknya anak yang berusi 0 – 6 tahun.
  3. Dinas Pendidikan Kabupaten perlu menyiapkan tenaga pengajar yang mau berdomisi di lokasi, termasuk sarana dan prasarana pendidikan umum dan agama islam di SD gampong ini, sehingga pendidikan anak-anak semakin baik ke depan.
  4. Pemerintah perlu menambah bus sekolah ke wilayah Lama Tuha, agar beban ekonomi orang tua untuk menyekolahkan anak semakin ringan.

Demikian

Wassalam

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32